Kalender 2019
  • UAS kelas XI 13 – 18 Mei 2109
  • UAS kelas X 20 – 25 Mei 2019
  • Libur Lebaran 29 Mei – 12 Juni 2019
  • Pembagian Raport 22 Juni 2019

 

Archive for June, 2016

Penilaian Hasil Belajar SMK

Panduan penilaian hasil belajar untuk SMK dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendikan dan Kebudayaan no 53 Tahun 2015, secara gari besar mengandung beberapa perbedaan dengan penilaian sebelumnya. Secara garis besar beberapa penilaian SMK adalah :

A. Bentuk dan Metoda Penilaian

  • Penilaian kinerja
  • Penilaian Diri
  • Penilaian Berasis Portofolio
  • Penilaian Harian
  • Penilaian Tengah Semester
  • Penilaian Akhir Semester
  • Ujian Tingkat Kompetensi
  • Ujian Mutu Tingkat Kompetensi
  • Ujian Nasional
  • Ujian Sekolah/Madrasah.

B. Prinsip Penilaian

1. Sahih
2. Objektif
3. Adil
4. Terpadu
5. Terbuka
6. Menyeluruh dan berkesinambungan
7. Sistematis
8. Beracuan kriteria
9. Akuntabel

C. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program dan proses.

D. Pendekatan Penilaian
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP). Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, itulah seanya dalam rapor tidak ada ranking.

E. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Kriteria ketuntasan minimal diperlukan guru untuk mengetahui kompetensi yang harus dikuasai secara tuntas oleh peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki.

Penilaian KD pada KI-1 dan KI-2 dilakukan oleh wali kelas, guru BK,dan guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan PPKn.

Penilaian pengetahuan menggunakan rerata dan keterampilan menggunakan rata-rata optimumd engan skala 1 – 100. Penilaian akhir sikap pada rapor menggunakan predikat sangat baik, baik, cukup dan kurang baik.

F. Prosedur Penilaian
Secara umum prosedur penilaian yang dilakukan pendidik dan satuan pendidik terdiri atas:

  • persiapan/perencanaan
  • pelaksanaan
  • pengelolaan dan tindak lanjut
  • pelaporan

Secara lengkap anda bisa download :

Permendikbud 53 Tahun 2015 penilaian

0-PANDUAN PENILAIAN SMK-rev-31 Maret 2016

6 Hewan Unik di Dunia

Dunia binatang sangat menarik untuk kita amati. Selain tingkah laku mereka, juga banyak hal yang perlu kita ketahui, bahkan bisa bikin kita terpana bila mengetahuinya. Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini:

  1. Cheetah.Kalau kita berbicara tentang hewan tercepat di muka Bumi, maka seringkali kita mengaitkannya dengan cheetah, spesies kucing besar yang hidup di dataran Afrika. Diduga kecepatan kucing ini berkisar pada angka 70 mph (114 km/jam).cheetah Namun, tahukah kamu bahwa hewan tercepat sebenarnya dipegang oleh seekor burung yang bernama The Peregrine Falcon (Falco peregrinus) dengan kecepatan yang pernah tercatat adalah 390 km/jam (242.3 mph)! Bandingkan dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai oleh mobil balap F1 yang hanya berkisar pada angka 370 km/jam (229mph)! Hewan yang memiliki populasi tersebar di seluruh benua kecuali Antartika ini mulai terancam punah akibat rusaknya habitat tempat mereka tinggal oleh aktivitas manusia.
  2. Ikan Layar .Tahu ikan layar (sailfish)? Ikan yang menjadi favorit para pemancing profesional ini ternyata masih menjadi misteri bagi para ahli bidang biologi kelautan. Hal ini disebabkan karena pergerakan ikan yang enak dagingnya sailfishitu sangat cepat dan tingkat perpindahannya (migrasi) sangat tinggi. Selain itu, ikan yang memiliki nama Latin Istiophorus albicans (untuk yang berada di Samudra Pasifik) dan Istiophorus platypterus (untuk yang bermukim di Samudra Atlantik) ini tersebar ratusan mil dari pantai. Sehingga sangat sulit bagi para ahli untuk mencari lokasi pasti mereka, melakukan proses tagging (penomeran),serta pengumpulan data. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan ini memang benar-benar ‘cepat’. Percaya tidak, 36 jam setelah bertelur, telur-telur tersebut langsung menetas! Tidak hanya itu,pertumbuhan tubuh mereka sangat cepat, sekitar 6 kaki per tahun!
  3.  Gajah Afrika. Berbicara tentang hewan terkuat, sering kali kita menganggap bahwa hewan terkuat adalah gajahgajah. Namun, tahukah kamu, bahwa gajah Afrika hanya mampu mengangkat beban dengan proporsi 25% dari total berat badannya? Coba bandingkan dengan seekor kumbang badak (The rhinoceros beetle) mampu membawa beban sebanyak 850 kali dari total berat badannya! Dengan kata lain, secara proporsi berat badan, gajah masih kalah dengan manusia yang mampu mengangkat beban hingga 10 kali berat badannya, bahkan lebih.
  4. Burung Unta (Ostrich) bukan sembarang burung. Tinggi badannya dapat mencapai 2,5 meter dengan berat 180 kg. Selain besar, Burung Unta juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Burung ini bisa bertahan hidup pada suhu di atas 40 derajat Celcius hingga suhu 0 derajat Celcius. Umurnya juga terbilang panjang, bisa mencapai usia sekitar 50 tahun. Walau begitu, sekalipun Burung Unta sedemikian besar, pengeluaran untuk brng ontabiaya makan Burung Unta hanya mencapai kira-kira US$ 75 setahun. Kesulitan umum satu-satunya dalam memelihara Burung Unta adalah masalah kandang. Diperlukan lahan yang cukup luas, dan berpagar. Masalahnya, sekali seekor Burung Unta lari keluar dari pagar, kamu perlu sebuah mobil untuk mengejar dan menangkapnya, karena Burung Unta dapat berlari hingga kecepatan 50 km/jam!
    Menurut para ilmuwan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan paus biru (Balaenoptera Musculus), yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. Suara ikan paus biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Bahkan lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. Seberapa keraskah suara ikan paus biru tersebut? Suara ikan tersebut adalah 188 desibel..! Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). Perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali. Ini adalah salah satu alasan bagi kita semua untuk bersyukur bahwa ikan paus biru tersebut hanya tinggal di dalam laut, hehe….
  5. Mau tahu hewan bertulang belakang (vertebrata) terkecil di dunia? Sejenis ikan kerdil yang disebut stout ikaninfantfish ditetapkan sebagai hewan bertulang belakang paling mungil dan paling ringan sedunia. Ikan yang hidup di sekitar perairan Great Barrier Reef, Australia, ini panjangnya hanya 7 milimeter! Sebenarnya, ikan dari Australia itu memiliki saingan, yaitu sejenis ikan yang memiliki nama latin paedocypris progenetica yang ditemukan di rawa-rawa gambut di Pulau Sumatera. Hewan tersebut memiliki panjang sekitar 7,9 milimeter.

Adat dan Kebudayaan Suku Biak Papua

1. Bahasa Daerah
Adapun bahasa yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan masyarakat yang tersebar di 19 (sembilan belas) wilayah kecamatan/distrik di Kabupaten Biak Numfor adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Biak digunakan penduduk asli di 19 (sembilan belas) kecamatan/distrik yang sama, hanya dibedakan oleh dialek bahasa. Masyarakat Biak Numfor mempunyai potensi yang besar dalam sosial budaya seperti seni suara, seni ukir, adat-istiadat dan objek wisata yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
2. Rumah Adat
a. Rum Som
Rum Som merupakan rumah kehuarga luas yang didiami ayah dan ibu senior dengan anak laki-laki mereka yang sudah kawin. Disebut Rumsom sebab atapnya yang berbentuk kulit penyu, bagian depannya yang menjulur keluar memberi kesan “mengambang” karena tidak ditopang oleh tiang penyangga.
b. Rum Sram
Rum Sram adalah rumah pemuda. Rumah ini dibangun untuk menampung anak-anak lelaki yang sudah saatnya tidak boleh tidur bersama orang tuanya di dalam bilik keluarga di Rum Som (rumah
keluarga).
3. Perahu Tradisional Biak
Terdapat 2 (dua) jenis perahu besar yang cukup terkenal di Biak Numfor yaitu “Manjur” (perahu dagang) dan “Wai roon” (perahu perang). Dengan perahu Mansusu orang Biak mengadakan penjelajahan jauh sampai ke Tidore dan Ternate serta Negara-negara asing lainnya. Dengan perahu Wai roon orang Biak mengadakan perang suku dengan suku-suku lain dan menangkap budak-budak.

4. Kesenian
a. Seni Musik Daerah. Musik tradisional Biak Numfor disebut Wor yaitu puisi Biak yang
dinyanyikan dengan tangga nada pentatonik 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 5 (sol) dan 6 (la). Wor Biak tidak mengenal 4 (fa) dan 7 (si). Struktur puisi Wor terdiri dari 2 bait yang disebut Kadwor (puncak) dan Fuar (pangkal).
Tercatat sekitar 18 jenis lagu Wor Biak antara lain Kankarem, Moringkin, Kansyaru, Wonggei, Disner, Nambojaren, Erisam, Dow Arbur, Dow Mamun, Armis, Aurak, Dow Beyor Warn, Dow Bemun Warn, Kawop, Urere, Randan dan Beyuser. Nyanian Wor biasanya diiringi alat music” Sireb” atau Sandip yakni alat musik Tifa.
b. Seni Ukir Daerah.
Seni ukir daerah yang dengan gaya Karwamya, selama ini hanya menjadi penghuni museum luar negeri. Dengan munculnya seni ukir Asmat yang terkenal di dunia internasional, mendorong pengukir muda berbakat asal Biak kembali mengabdikan karya seni nenek moyang dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat adat Biak Numfor.
c. Seni Kerajinan rakyat.
Beberapa seni kerajinan rakyat Biak yang menonjol antara lain :

  • Kerajinan kerang hias;
  • Kerajinan anyam-anyaman;
  • Pengrajinan lainnya.

 

5. Seni Tari Daerah.
Di Kabupaten Biak Numfor, terdapat aneka tari daerah yang menarik dan memikat. Tari-tarian tersebut berupa Tari Kankarem (Tari Pembukaan), Tari Mamun (Tari Perang), Tari Akyaker (Tari Perkawinan) dan lain-lain yang diiringi dengan lagu-lagu wor Biak.
Disamping tari tradisional diatas, terdapat pula dua jenis tarian Biak versi baru yakni Tari Pancar dan Tari Mapia. Tari Pancar yang saat ini popular dengan nama Yospan (Yosimpancar) diciptakan sekitar awal tahun 1960-an oleh seniman Biak. Tarian ini tidak dikenal disaat terjadinya konfrotasi antara Belanda dan Indonesia soal Irian Barat ( Papua).
Tarian ini diiringi oleh lagu-lagu pancar diantonis yang menggunakan alat musik Gitar, Stringbass, dan Ukulele. Tari Mapia merupakan tari kneasi baru yang berasal dari pulau-pulau Mapia. Tarian ini diciptakan sekitar tahun 1920-an dan diperkenalkan ke Biak oleh orang-orang Kinmon, Saruf, dan Bariasba.
6. Upacara Tradisional Biak.
Upacara tradisional Biak atau pesta adat Biak disebut Wor atau Munara, yang dilaksanakan untuk melindungi seorang individu yang beralih peran dari satu peran sosial sebelumnya ke peran sosial berikutnya.
Orang-orang tua Biak mengatakan “Nggo Wor Baindo Na Nggo Mar” (tanpa upacara/pesta adat kami akan mati). Dengan demikian, maka dalam segala aspek kehidupan sosial suku Biak selalu diwarnai dengan upacara adat.
Jenis upacara adat Biak yang dapat diurutkan sebagai berikut :

  1. Munara Kafko Ibui, Kinsasor (Menembak dengan anak panah dan busur);
  2. Munara Sababu (upacara membawa turun);
  3. Munara Famamar (upacara mengenakan cawat (marj), dan sraikir kneram
    (melubangi telinga);
  4. Munara Panani Sampar (mengenakan manset yang dibuat dari kulit
    kerang);
  5. Munara Kapapknik (upacara cukur rambut);
  6. Munara Sraikir Snonikor (upacara melubangi sekat hidung);
  7. Munara Pananai Mansorandak (mencuci muka, dengan didahului dengan
    busur yang dibentang);
  8. Munara Kabor-Insos (wor kapakpok);
  9. Karindanauw (upacara pertunangan);
  10. Munara Yakyaker Farbakbuk ( upacara perkawinan);
  11. Worak atau Wor Mamun (upacara perang);
  12. Kafkofer Afer atau Afer (melemparkan kapur = mengikat perdamaian);
  13. Wor saso atau Myow Rum Babo (tarian pencobaan untuk rumah baru);
  14. Kankanes Ayob atau Munabai (ratapan untuk mati);
  15. Farbabei (menyematkan atau menggantungkan tanda mata);
  16. Panamnomes Romawi (penghancuran warisan);
  17. S’panggung Bemarya (orang membungkus mayat);
  18. S’erak I (pemakaman di tepi karang);
  19. Wor Ras Rus (menggali tulang orang mati untuk dikuburkan kembali);
  20. Worwarek Marandan (melindungi sanak saudara yang sedang dalam
    perjalanan dengan nyanyian).;
  21. Wor FAN NANGGI (upacara memberi makan kepada langit);
  22. Wor Fayakyik Robena (menunjukkan seorang anak muda kepada barang
    barang milik);
  23. Wor Manibob (pada kesempatan menerima seorang teman dagang);
  24. Wor fafyafer Membesorandak (upacara cara untuk seorang pemuda yang
    untuk pertama kali tiba di suatu tempat);
  25. Worm Mon (upaca yang dipakai untuk dukun atau saman);
  26. Wor Koreri;
    Kinsasor (meramal divination);
  27. Wor Sabsibert.

SMKN 1 Mataram

Jl. Pejanggik no 28 Mataram, Kota Mataram- NTB , 83126

email : smkn1.mtr@gmail.com

site: https://smkn1mataram.sch.id

 

Visi

Menjadi lembaga pendidikan  yang menghasilkan SDM Bismen dan Pariwisata yang berbudaya kerja dan berakhlak mulia pada tahun 2024